Selasa, 10 Juni 2008

Bengong
By Jacky Veidy Heyke

Jalan-jalan di tengah keramaian
Hiruk-pikuk dan deru kendaraan
merupakan lagu yang tak asing lagi

lampu merah... hm....
sejenak kuberhenti untuk menikmati
drama kehidupan manusia kota
tiba-tiba, lampu merah itu menyala,
klakson yang semula diam kembali menyalak...
gambaran jelas ketidaksabaran dan...
mungkin juga kesombongan...

aku hanya sesosok pribadi di tengah keramaian itu,
sambil berdiri, menggenggam map lusuh, usang,
warna merah buram kehitam-hitaman...
hitam... mungkin karena jelaga kota menempel
sekedar untuk memberi bukti ketahanan sejati
pengangguran terdidik... hm... senyumku pahit

kebisingan di hadapanku ini menawarkan daya magis
dan memagut perhatianku...
perlahan aku tidak lagi melihat kebisingan itu
tetapi aku melompat melewati alam kesadaranku

ya, pikiranku mulai meninggalkan ragaku
dunia nyata seketika maya...
pikiranku mulai...
merayau...
melambung...
dan...
... mulutku mulai sedikit demi sedikit terbuka
... pandanganku terpaku di satu titik pandang
namun tak ada arti apa-apa.... semua rata...
pikiranku mulai saling tumpang-tindih
dengan kenyataan yang menindih
hm... aku... separuh menyesali diri
... seorang sarjana dengan prestasi sangat memuaskan
... terdampar dari bursa kerja,
... bukan karena kebodohan atau ketidakmampuan
bukan karena tidak mampu mempertanggungjawabkan
setiap nilai yang tertera pada ijazah kumalku...

tapi, tersingkir oleh nepotisme tak bermartabat
yang mematikan daya kreatif anak bangsa
akibatnya... negeri ini semakin rusak dan tak mampu
bersaing, karena yang mengisi jabatan publik
adalah para anak-anak berotak udang dan kosong
yang kemudian mewariskannya, juga kepada
anak-cucu mereka yang juga berotak udang dan kosong

jadi lama-lama kita hanya akan menjadi bangsa
berotak udang dan kosong

kosong....

Prettt... aku terkejut, sebuah mobil Ferrari menyadarkan
lamunanku, dan ketika aku melihat ke pintunya yang terbuka
betapa terkejutnya aku, ketika melihat ada
udang tampan berotak kosong tertawa cengengesan...

duh...

Medan, 7 April 1994

Tidak ada komentar: