Rabu, 19 Maret 2008

Hening

duka,
hati terbenam
dalam kalut
meruak menyibak
ketertutupan

pada tepian tebing
tanah lot
berdiri menyepi

senja menyelimuti
mengajak meraih malam,
kegelapan menawarkan
damai magis

sang jiwa
merayau mencari makna
aroma duka mengental
sepekat malam

kuhirup pesonamu Lot
tanpa sisa..
memenuhi rongga dada
beralas bantaran jiwa luka

duh...
dimana harap dapat terhenti?
agar tidak lagi duka mengintip
tinggalkan sisi perih...,
dalam pura?
atau... dalam puri?

tak dapat kusangkal Lot...
kau inspirasiku
kembali membangun asaku
saat kupandangi debur ombak
memecah batuan karang...

kuraih damai
yang melebihi hasrat
kuraih damai
yang melebihi tahan-uji

lalu,

hening...

1 komentar:

Iik mengatakan...

Welcome to the blog's world... Keren abis... Ternyata bang Heyke pandai kali ya membuat puisi... Tulisan lainnya juga keren abis! Bravo, Bang Heyke! BTW.